Roda itu berpacu lebih cepat, bersaing dengan cepatnya gemuruh hati
Menyeruak amarah yang semakin membuncah
Membunuh batinku perlahan
Langkah kaki itu berlari lebih cepat, bersaing dengan derai air mata
Membasahi tiap-tiap relungnya yang hampa
Menghancurkan mimpin ini semakin nyata
Semua sudah berakhir
mimpiku, harapanku, semua yang membuaiku
Hancur meleburkan batinku
Ini yang dinamakan cinta?
Ini yang dinamakan sayang?
Ini yang dinamakan suka?
Jika tak tepat waktu
Jika tak tepat masa
semua seperti pil pahit yang harus ditelan bulat
Membunuhmu perlahan tapi pasti
Kau tinggikan aku, lalu kau hempaskan aku
Maaf ini jiwa, bukan benda
Aku memang sudah jatuh hati
Mungkin tidak hanya hatiku
Bahkan seluruh alam sadarku sudah terpaku padamu
Ini salahku, ini kekeliruanku
Bukankah rasa itu harusnya kita yang atur
Bukan kita yang diatur
Maaf, jika aku serg salah paham atas perlakuanmu
Bahkan ketika itu, mungkin aku salah mengerti
Atau sampai sekrang aku tidak bisa mengerti akanmu?
Lidah ini kelu, untuk berkata rindu
Hati ini ragu, untuk memacu waktu
Raga ini rapuh, untuk berdiri angkuh
Aku tau, dunia kita tak pernah sama
Kita berbeda, sangat jauh berbeda
Bahkan aku tak yaki perasaan kita sama
Yang aku tau, dariku selalu bertepuk sebelah
Terimakasih.. untuk 24 bulan yang sangat berarti
Kau ajari aku arti ketulusan
Setiap hati memang terkadang tak perlu dibalas
Atau tak bisa terbalas.. Bukankah kau sudah tidak bisa berjanji
Akupun seharusnya belajar untuk tidak pernah berharap
Dan kini mungkin sudah saatnya aku melangkah pergi
Terimakasih dan akan kupendam rasa ini sendiri.
Sabtu, 11 Januari 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar